Katakan: “Insya Allah …”

Bismillah, alhamdulillah, wa sholatu wa salaamu ‘ala rosulillah…

Alhamdulillah, kita masih bisa bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun ini, bulan yang mulia, bulan yang di dalamnya Allah telah menurunkan Al Qur’an dimana Allah telah berfirman:

“Bulan Ramadhan, dimana telah diturunkan Al Qur’an di dalamnya …” (QS. Al Baqoroh: 185)

Di dalam tafsir Jalalain disebutkan bahwa pada Ramadhan saat itu, Al Qur’an diturunkan penuh dari Lauhil Mahfudz ke langit dunia. Dan sebagaimana kita ketahui dalam sejarah, bahwasannya nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa sallam menerima Al Qur’an tidaklah langsung seluruhnya, namun bertahap demi bertahap.

Al Qur’an yang merupakan firman Allah subhanahu wa ta’ala diturunkan juga kepada nabi-Nya sholallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau membutuhkan bantuan, atau juga ketika Allah hendak menegur nabi-Nya, atau ketika Allah hendak mengajarkan suatu hal kepada nabi-Nya.

Marilah kita cuplik sebuah kisah yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin di dalam tafsir Al Kahfi. Kisah yang menunjukkan kapankah Allah akan menurunkan firman-Nya kepada nabi-Nya. Kisah ini juga akan menjadi pelajaran bagi umat nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wa sallam.

Mari kita simak kisah berikut…….. 

Pada saat nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam memproklamirkan dirinya sebagai nabi utusan Allah, yang mendakwahkan tauhid, yang intinya adalah mengesakan Allah dalam peribadatan, dan menjadikan Allah sebagai sesembahan yang berhak disembah semata. Maka, orang-orang kafir pun kaget dengan hal tersebut. Mereka tidak langsung percaya begitu saja. Maka orang-orang kafir-pun mencari cara untuk membuktikan apakah Muhammad bin Abdillah itu benar dalam persaksiannya sebagai nabi utusan Allah…

Kemudian orang-orang kafir mendatangi orang-orang yahudi, kemudian mereka mengatakan:

“di Mekkah ada orang yang mengakui sebagai nabi utusan Allah, bagaimanakah kita bisa membuktikan benarnya persaksian tersebut”.

Maka orang yahudi menjawab:

“coba tanyakan kepada orang ini mengenai 3 hal, jika dia bisa menjawab, maka benarlah persaksiannya:

1. Mintalah dia untuk menceritakan mengenai kisah mengenai beberapa pemuda yang keluar dari kotanya, kemudian mengasingkan diri kedalam sebuah gua.

2. Mintalah dia untuk menceritakan mengenai kisah seorang raja yang menguasai bumi dari bagian barat hingga bagian timur.

3. Mintalah dia untuk menjelaskan, apakah yang dinamakan dengan ruh”.

Kemudian, mereka kembali ke Mekkah. Ketika mereka bertemu dengan nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wa sallam, mereka bertanya dengan pertanyaan yang telah diberikan oleh orang-orang Yahudi. Mereka bertanya:

“Jika engkau benar sebagai nabi utusan Allah, maka ceritakanlah kepada kami mengenai beberapa orang pemuda yang keluar dari kotanya kemudian mengasingkan diri ke dalam gua”

Kemudian nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Ya, besok pasti akan saya ceritakan”

Pada keesokan harinya,……..

 apa yang akan terjadi?? Insya Allah akan disambung pada posting-an selanjutnya…..

Jangan lupa untuk katakan: “Insya Allah”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: